Selasa, 08 Mei 2012

Bokashi Jerami


Bahan yang digunakan bokashi jerami :

a.       Jerami sebanyak 200 kg yang telah dirajang sehingga jerami berukuran panjang sekitar 5-10 cm. Jerami bisa juga diganti dengan rumput-rumputan, tanaman kacang-kacangan dan sebagainya.
b.      Dedak sebanyak 10 kg
c.       Sekam (kulit padi) sebanyak 200 kg.
d.      EM4 sebanyak dua puluh sendok makan (200 ml).
e.       gula pasir sebanyak dua sendok makan (10 ml)
f.       Air secukupnya.

Cara pembuatan bokashi jerami :

1.    Bahan jerami, sekam dan dedak dicampur sampai merata di lantai yang kering.
2.      Selanjutnya bahan tersebut disiram larutan EM4 secara perlahan dan bertahap sehingga terbentuk adonan. Adonan yang terbentuk jika dikepal dengan tangan, maka tidak ada air yang keluar dari adonan. Begitu juga bila kepalan dilepaskan maka adonan kembali mengembang (kandungan air sekitar 30%).
3.      Adonan selanjutnya dibuat menjadi sebuah gundukan setinggi 15-20 cm. Gundukan selanjutnya ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari. Selama dalam proses, suhu bahan pupuk dipertahankan antara 40-50 o C. Jika suhu bahan melebihi 50 o C, maka karung penutup dibuka dan bahan adonan dibolak-balik kemudian selanjutnya gundukan ditutup kembali.
4.      Setelah empat hari penutup dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi dengan baik. Ciri-cirinya behasil adalah bokashi akan ditumbuhi oleh jamur yang berwarna putih dan bau atau aromanya sedap. Sedangkan jika dihasilkan bokashi yang berbau busuk, maka pembuatan bokashi tersebut gagal.

       Bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan. Jika bokashi ingin disimpan terlebih dahulu, maka bokashi harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara mengangin anginkan di atas lantai hingga kering. Setelah kering bokashi dapat dikemas di dalam kantung plastik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar